ISLAM DAN SEJARAH

Berbagi Pengetahuan Tentang Islam | Sejarah | Kisah

Penyerangan terhadap Pasukan Nabi palsu Kais bin Abdi Yaguts




Kais bin Abdi Yaguts adalah bekas pemimpin pasukan ahwan al-Insan, seorang yang pernah mengaku dirinya Nabi (Nabi Palsu). Ahwan al-Insan telah tewas pada Masa nabi Muhammad masih Hidup. Setelah mendengar kabar bhawa Nabi Muhammad telah wafat. Murid sekaligus bekas pemimpin pasukan nabi palsu ahwan al-Insan, memproklamirkan diri sebagai nabi seperti halnya gurunya yang terdahulu.

Untuk menghancurkan gerakan nabi Palsu Kais bin abdi Yaguts, Khalifah Abu Bakar menugaskan Ikram bin Amru. Untuk membawa pasukan memerangi pasukan Nabi palsu Kais bin abdi Yaguts. Dengan dibantu pasukan kaum Muslimin yang dipimpin oleh Muhajir bin Umayah. Pasukan Nabi palsu Kais bin andi Yaguts dapat dengan mudah ditaklukkan. Nabi palsu Kais bin abdi Yaguts menyerahkan diri pada pasukan Muslim. Kais bin abdi yaguts beserta seorang temannya Amru bin Ma'dikarba diserahkan pada Khalifah Abu Bakar di Madinah.

Penyerangan terhadap pasukan nabi palsu Thulaihah Al Assadi



Thulaihah al Asadi adalah seorang tokoh bani As'ad. Ia terkenal sebagai seorang dukun sihir. Sa'at Nabi Muhammad belum wafat, dan sedang jatuh sakit, Thulaihah al Asadi memproklamirkan bahwa dirinya juga Nabi pada kaum As'ad. Salah satu ajaran Thulaihah al asadi adalah menghapuskan kewajiban zakat.

Setelah mendengar dan mengetahui bahwa Nabi Muhammad wafat, Thulaihah al Asadi semakin berani mengajarkan ajarannya. Di Lingkungan masyarakat awam suku besar As'ad, Thai, Fezara, dan Ghatfan, ajaran nabi Palsu Thulaihah al Asadi mendapat sambutan baik. Thulaihah al Asadi dan para pengawalnya datang ke Madinah untuk menemui khalifah Abu Bakar. Sedangkan pasukannya disiagakan di Perbatasan Madinah.

Tujuan Thulaihah al asadi mendatangi Khalifah Abu Bakar adalah meminta pengakuan dan pengesahan Khalifah abu Bakar atas kenabian dan ajarannya. Tentu saja Khalifah Abu Bakar menolak dengan keras permintaan Thulaihah al Asadi tersebut. Nabi Muhammad adalah Rasul terakhir dan Syariat islam yang diwariskannya tidak dapat ditawar-tawar lagi.

Dengan kecewa Thulaihah Al Asadi dan para pengawalnya pulang. Thulaihah al Asadi sudah memperkirakan jawaban Abu Bakar, untuk itulah ia menyiapkan pasukan di perbatasan Madinah.

Khalifah Abu Bakar telah mengetahui rencana jahat Thulaihah al Asadi. Malam itu juga Khalifah Abu Bakar memerintahkan Khalid bin Walid menyiapkan pasukan Muslim untuk mengadakan serangan mendadak. Walaupun saat itu pasukan muslim yang tersisa di kota Madinah hanya sedikit, Karena hampir semua pasukan Muslim telah dikirim mengikuti pasukan Usamah ke Syiria.

Untuk menghadapi pasukan Nabi Palsu Thulaihah al asadi, Khalifah Abu Bakar tidak gentar. Ia sendiri membantu penyergapan dengan memimpin pasukan cadangan untuk mengawal pasukan Muslim yang dipimpin Khalid bin Walid. Walaupun pasukan muslim sangat terbatas, Khalifah abu Bakar bertekad harus dapat menghancurkan pasukan nabi palsu yang sedang berkemah di perbatasan Madinah. Khalifah abu bakar berkeyakinan bahwa allah akan memenuhi janjinya untuk membantu perjuangan kaum Muslimin yang tabah dalam setiap keadaan yang terjepit, seperti dalam firman Allah dalam surat al Anfal ayat 9

وَماَجَعَلَهُ اللهُ اِلاَّ بُشْرَى وَلِتَطْمَئِنَّ بِه قُلُو بُكُمْ وَماَالنَّصْرُاِلاَّمِنْ عِنْدِ اللهِ اِنَّ اللهَ عَزِيْزٌحَكِيْمٌ



Saat fajar mulai akan terlihat, pasukan muslim mulai bergerak menyerbu perkemahan pasukan Thulaihah al asadi. Pertempuransengit terjadi. Walaupun jumlah pasukan muslim sedikit, tetapi dapat memporak porandakan pasukan Thulaihah al asadi dan sisa sisapasukannya melarikan diri dan minta perlindungan dan bantuan suku besar Ghafan, Mura, dan Fezara.

Pasukan Muslim yang dipimpin Khalid bin walid terus menejar Thulaihah al asadi. Di suatu tempat yang bernama Bazakha, terjadilah pertempuran antara pasukan Muslim dan Pasukan Thulaihah al Asadi yang telah mendapatkan bantuan tentara dari suku Ghafan. Pada pertempuran tersebut pasukan muslim dapat menghancurkan pasukan Thulaihah. Namun Thulaihah bersama istrinya dapat menyelamatkan diri ke Syiria.

Setelah kemenangan pasukan Muslim ini, banyak penduduk suku besar Ghafan, Mura, dan Fezara berbondong-bondong menyatakan kembali masuk Islam.

Penyerangan terhadap Pasukan Nabi Palsu Musailamah al Khazab

Penyerangan terhadap Pasukan Nabi Palsu Musailamah al Khazab


Musailamah al Khazab adalah seorang tokoh cendekiawan yang terpandang dilingkungan suku Hanifah yang mendiami wilayah Yamamah. Untuk memperkuat gerakannya, Musailamah al Kazab mengawini Sajjah binti Alharits bin suwaid bin Agfan, seorang wanita dari suku Tamim yang juga mengaku dirinya sebagai Nabi. Jumlah pasukan dan pengikut Musailamah al-Kazab sekitar 40.000 orang.

Karena mendapat ancaman dari pasukan Musailamah al Kazab, Khalifah Abu Bakar as Siddiq mengirim pasukan di bawah pimpinan Ikram bin Amru bin Hisyam untuk memerangi pasukan Musailamah al Kazab. Karena khawatir pasukan Ikram tidak cukup, Khalifah Abu Bakar memerintahkkan menggerakkan seluruh pasukan Khalid bin walid untuk membantu mengepung Musailamah al- Kazab, dan menunjuk Khalid bin Walin untuk memimpin seluruh pasukan Muslim tersebut.

Pada pertempuran tersebut, hampir saja pasukan Muslim dapat dikalahkan. Khalid bin Walid memerintahkan pasukan muslim mundur meninggalkan perkemahannya, pasukan Musailamah al Kazab menyerbu perkemahan untuk mencari harta yang ditinggal. Pada saat itulah, pasukan Muslim kembali menyerbu pasukan Musailamah al Kazab.

Pertempuran dahsyatpun terjadi, pasukan Musailamah al Kazab dapat dihancurkan. Namun, Musailamah al Kazab dapat lolos ke dalam taman yang dipagar tembok tinggi. Seorang tentara yang bernama Al Barrak melompati tembok dan membuka pintu taman dari dalam. Setelah pintu taman dapat dibuka, Pasukan Muslim menyerbu sisa pasukan Musailamah al Kazab dan akhirnya Musailamah al Kazab tewas di tangan Wahsyi. Melihat Musailamah al Kazab terbunuh oleh pasukan muslim, tokoh-tokoh suku Bani Hanifah segera berbalik mengakui kekhalifahan Abu Bakar As Siddiq.

Abu Bakar | Melanjutkan pengiriman pasukan Usamah




Pada saat Nabi Muhammad menjelang sakit, Nabi sempat membentuk sebuah pasukan yang dipimpin oleh Usamah bin Zaid. Pasukan yang dipimpin oleh pemuda berumur 20 tahun tersebut diperintahkan menuju perbatasan syiria. walaupun dipimpin oleh usamah yang masih berusia 20 tahun, dalam pasukan tersebut ikut pula sahabat-sahabat Nabi seperti Umar bin Khattab.Tujuannya agar tokoh-tokoh muda untuk tampil kedepan dalam rangka mempersiapkan calon-calon pemimpin yang akan datang.

Ketika pasukan sampai di jurfa dan beristirahat, ada kabar bahwa Nabi Muhammad jatuh sakit. Mendengar kabar tersebut pasukan usamah kembali ke Madinah dan menunda pemberangkatan ke syiria.

Oleh sebab itu, setelah abu Bakar diangkat menjadi Khalifah, Khalifah abu Bakar melanjutkan kebijakan yang telah diputuskan oleh rasulullah untuk mengirim pasukan ke Syiria. Walaupun ada beberapa sahabat yang keberatan, karena mengakibatkan kota Madinah menjadi kosong dan berbahaya. Hampir seluruh kekuatan pasukan Muslim pada saat iru diberangkatkan ke Syiria.

Beberapa sahabat yang merasa keberatan atas kebijakannya mengirim pasukan ke Syiria dapat diredam oleh Khalifah Abu Bakar dengan mengatakan beahwa semua itu ia lakukan untuk melanjutkan kebijakan Nabi Muhammad. Khalifah Abu Bakar menegaskan dalam pidato singkatnya

Demi Tuhan, yang jiwa Abu bakar ditangan-Nya
Sekalipun kuduga hewan-hewan buas akan menerkamku
Aku akan tetap melaksanakan pemberangkatan
Pasukan Usamah seperti yang telah diperintahkan Rasul Allah SAW
Sekalipun tidak ada yang tinggal lagi di dalam di negeri ini, kecuali aku
Aku akan tetap melaksanakannya!
Sekalipun aku diterkam sekelompok anjing dan serigala
Aku tidak akan mengubah keputusan yang telah diputuskan Rasul Allah SAW.

Sesampainya pasukan Usamah di Jurfa, sebelum pasukan USamah berangkat ke medan pertempuran untuk berperang, Khalifah Abu Bakar Siddiq terlebih dahulu memberi amanat sebagai pegangan pasukan Muslim dalam melakukan peperangan.

Pasukan berdirilah!

Sebelum kalian berangkat aku akan memberi sepuluh amanat dalam kalian melakukan peperangan. Janganlah kalian berkhianat. janganlah kalian bertindak keterlaluan. Janganlah kalian menganiaya dan menggantung. Janganlah membunuh anak-anak, orang tua dan wanita. Janganlah kalian merusak pohon tamar dan membakarnya. Janganlah kalian merusak pohon-pohon yang sedang berbuah. Janganlah kalian menyembelih hewan-hewan kecuali untuk dimakan.


Nanti kalian akan menjumpai orang-orang yang sedang melakukan kebaktian di rumah-rumah ibadat (gereja) biarkan mereka melakukan peribadatan mereka.


Nanti kalian akan menjumpai orang-orang yang memberikan makan dan minum kepadamu, setiap kali kamu mencicipinya jangan lupa sebutlah nama Allah (Bismillah).


Nanti kamu akan berhadapan dengan orang-orang yang melawanmu dengan sengit dan kejam serta melindungi dirinya dengan berbagai pertahanan, maka hancurkanlah mereka dengan kekuatan pedangmu.


Kini berangkatlah kalian dengan nama Allah.

Di saat negara-negara Barat membuat prinsip-prinsip perang yang berperikemanusiaan melalui konferensi Genewa tahun 1864, semenjak dulu islam telah menjalankan prinsip-prinsip berperang yang berperikemanusiaan.

Disaat pasukan Romawi dan persia melakukan penghancuran, pemusnahan, pembantaian di daerah-daerah yang didudukinya, pasukan Muslim justru sebaliknya. Pasukan Muslim justru melindungi dan membangun kehidupan masyarakat yang dikuasainya agar lebih maju dan makmur. Dengan demikian agama Islam dapat cepat menyebar dan menjadi agama yang diyakini oleh masyarakat di wilayah-wilayah kekuasaan pasukan Muslim. Bahkan setelah pasukan Muslim tidak menguasai daerah tersebut, mereka tetap meyakini bahwa agama Islam merupakan agama yang mereka yakini kebenarannya.

Khalifah Abu Bakar Siddiq wafat pada tanggal 23 Jumadilakhir 13 Hijriyah, atau bulan Agustus 634 Masehi dalam usia 63 tahun. Jasadnya dimakamkan di samping makam Rasulullah SAW.

Abu Bakar | Menghadapi gerakan Nabi Palsu



Sebagian penduduk arab menganggap bahwa kenabian Muhammad hanyalah sebagai taktik atau cara untuk menguasai bangsa arab. Mereka menganggap Nabi Muhammad menggunakan alat ajaran-ajaran agama untuk mempersatukan dan menguasai bangsa arab dalam genggaman tangannya sendiri. Anggapan yang salah ini sebenarnya telah disebarkan semenjak Nabi Muhammad belum wafat. Tuduhan yang salah tersebut disebarkan oleh orang-orang yang mengaku dirinya juga seorang Nabi. Setelah Nabi Muhammad wafat, gerakan orang-orang yang mengaku dirinya nabi tersebut semakin berani. Mereka berencana untuk menyerang dan menggulingkan kekhalifahan abu Bakar, maka Khalifah Abu Bakar mengambil keputusan untuk memerangi mereka.

  1. Penyerangan terhadap pasukan Nabi Palsu Musailamah al Khazab
  2. Penyerangan terhadap pasukan Nabi Palsu Thulaihah al Assadi
  3. Penyerangan terhadap pasukan Nabi Palsu Kais bin Abdi Yaguts 

Semua Nabi Palsu tersebut dapat ditumpas oleh Khalifah Abu Bakar, walaupun harus dengan jalan peperangan yang sengit selama satu tahun.

Kalender Hijriyah | Bulan-Bulan Hijriyah

Kalender Hijriyah | Bulan-Bulan Hijriyah


Kalender Hijriyah atau kalender Islam adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk ketika umat islam ingin menentukan kapan waktunya untuk beribadah seperti jatuhnya bulan Puasa, Hari Raya idul fitri, hari raya Idul Adha dll.

Penetapan Kalender hijriyah ini dilakukan pada Zaman Kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Kalender hijriyah terdiri dari 12 Bulan, dengan jumlah hari berkisar 29-30 hari dalam setiap bulan. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan Firman Allah dalam surat At-Taubah ayat 36.

klik untuk memperjelas

Sebelumnya, orang Arab prakerasulan Rasulullah Muhammad SAw telah menggunakan bulan-bulan dalam kalender hijriyah ini, hanya saja mereka tidak menetapkan tahun berapanya, tetapi tahun apa. Semisal tahun kelahiran Rasulullah adalah tahun "Gajah", karena pada saat itu terjadi penyerbuan terhadap ka'bah yang dilakukan oleh tentara berkendara Gajah. Adalah Abu Musa Al-asyari yang merupakan salah satu gubernur yang ada pada kepemimpinan khalifah Umar bin Khattab, Beliau menulis surat kepada Khalifah yang mana isinya adalah menanyakan surat-surat dari khalifah Umar bin Khattab yang tidak pernah ada tahunnya, akan tetapi hanya terdapat tanggal dan bulan saja, sehingga hal tersebut sangatlah membingungkan. Khalifah Umar bin Khattab kemudian memilih sahabat-sahabat senior waktu itu. Mereka adalah utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Sa'ad bin Abi Waqash, Zubair bin Awwam dan Thalhah bin Ubaidillah, mereka bermusyawarah mengenai kalender islam. Ada yang mengusulkan berdasarkan pengangkatan Muhammad SAW menjadi rasul, dan yang diterima adalah usul dari Ali bin Abi Thalib, yaitu berdasarkan momentum hijrahnya rasullulah dari makkah ke Madinah. Sehingga mulai saat itu ditetapkanlah kalender islam dan tahun 1 Hijriyah adalah pada saat hijrahnya rasullulah, sedangkan nama-nama bulan dalam kalender hijriyah diambil dari nama-nama bulan yang telah ada dan berlaku pada masa itu di wilayah arab,

Nama-Nama bulan Hijriyah adalah sebagai berikut.

  1. Muharram, dengan jumlah hari 30
  2. Safar, dengan jumlah hari 29
  3. Rabiul Awal, dengan jumlah hari 30
  4. Rabiul Akhir, dengan jumlah hari 29
  5. Jumadil Awal, dengan jumlah hari 30
  6. Jumadil Akhir, dengan jumlah hari 29
  7. Rajab, dengan jumlah hari 30
  8. Sya'ban, dengan jumlah hari 29
  9. Ramadhan, dengan jumlah hari 30
  10. Syawal, dengan jumlah hari 29
  11. Dzulkaidah, dengan jumlah hari 30
  12. Dzulhijjah, dengan jumlah hari 29/(30)

Jumlah hari dalam penanggalan hijriyah 354/(355) hari dalam setahun.

Abu Bakar | Menghadapi orang-orang yang menolak membayar Zakat

Abu Bakar | Menghadapi orang-orang yang menolak membayar Zakat


Selain harus menghadapi orang-orang yang murtad, Abu Bakar juga harus menghadapi orang-orang yang enggan membayar zakat. pada saat itu orang-orang yang masih kurang pengetahuannya tentang agama islam., mendengar Nabi Muhammad wafat tidak mau lagi membayar zakat. Mereka beranggapan bahwa zakat hanya wajib dibayarkan pada Nabi Muhammad. Oleh Sebab itu, setelah Nabi Muhammad wafat, maka tidak ada kewajiban.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, selain dengan cara dakwah (meluruskan pemahman mereka yang salah) juga dilakukan dengan cara pemerintahan. Dengan menyatakan dalam bentuk undang-undang bahwa zakat merupakan kewajiban bagi orang-orang yang mampu. Jika mereka orang-orang yang mampu tidak membayar zakat maka akan mendapat hukuman dari pemerintah. Langkah kebijakan ini sesuai dengan perintah allah dalam surat At-taubah ayat 103.




Artinya:
"ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka".

Selain itu, langkah kebijakan Abu Bakar tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah.

"Aku disuruh memerangi manusia sampai dia mengaku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan salat dan mengeluarkan zakat ...... "

Berdasarkan  alasan tersebut khalifah abu Bakar memaksa mereka yang tergolong wajib zakat agar mau membayarkan zakat hartanya untuk negara. Hasil dari pengumpulan zakat tersebut disimpan dan dikelola oleh Baitulmal untuk kepentingan Negara.

Abu Bakar | Menghadapi orang-orang murtad


Abu Bakar | Menghadapi orang-orang murtad

Semenjak Nabi Muhammad Wafat dan digantikan oleh Khalifah Abu Bakar, banyak kabilah-kabilah arab yang imanya lemah meninggalkan agama islam dan kembali memeluk agama nenek moyang mereka untuk menyembah berhala. Pada masa Nabi Muhammad, mereka telah masuk Islam, tetapi setelah mendengar Nabi Wafat, mereka kembali menyembah berhala. Orang-orang yang murtad tersebut disebabkan karena pengetahuan mereka terhadap ajaran islam masih kurang. Atau mereka masuk Islam terpaksa karena takut pada kekuatan Pasukan Muslim Nabi Muhammad, orang-orang yang murtad tersebut umumnya berasal dari daerah yang jauh dari Madinah seperti yaman, Oman, Bahrain, handramaut, dan Mahra.

Untuk mengatasi orang-orang murtad semacam ini, Khalifah Abu Bakar menanganinya dengan cara dakwah, membina, mengajak dan membimbing mereka agar mau masuk islam kembali. Mereka tidak diperangi selama mereka tidak mengganggu dan merongrong umat Islam. Secara kenegaraan mereka ada dibawah perlindungan Khalifah Abu Bakar, tetapi jika mereka berusaha menyerang umat Islam, maka Khalifah Abu Bakar akan bersikap tegas untuk menghukum dan memerangi orang-orang murtad tersebut. Tidak semua penduduk Arab pada saat itu beragama islam. Sebab Nabi Muhammad sendiri menyatakan ''Tidak ada paksaan untuk memeluk agama Islam''.Sebagai seorang kepala negara, Abu Bakar tidak hanya melindungi umat islam, tapi juga melindungi seluruh penduduk Arab walaupun mereka tidak mau masuk agama islam.
 
free counters